Sunday, March 23, 2014

Fazra

empat windu berlalu
dalam pelukan kalbu yang membeku
dimana lagi ada kisah?
ketika asa menjadi amarah

lantunkan lagu sendu 
bernyanyilah dalam mimpi-mimpiku
hentikan rajutan janji-janji hina
karena aku tak butuh cinta

bawalah aku kedalam lautan raga rasa
milikmu yang kurindu


Tuesday, September 22, 2009

angkat kata

sedalam sengatan aroma kenanga
tertinggal getaran dalam abu
jutaan kata tentang aku
ingat selamanya ingat dalam dada
cerita yang terdahulu
biar aku rindu saat ini saja
biar kau tau tak lelahku lalui hariku
jangan beri janji yang tak berarti
kesombongan hanya siasat
kini kurelakan semua demi kepergianku
sambil kutebarkan apa yang kutoreh dihatimu

Tuesday, July 14, 2009

jiwa matang

sampai hari ini masih terbuang
semua jasa yang dulu ditimang
dalam nurani jiwa yang asing
hanya umpatan setia senada

wajah baru bermunculan
menggantikan yang lama
tergores luka perih tersiram cuka
dimana kelam tak lagi haram

ini batas ini akhir
suatu yang baru akan terlahir

Friday, May 15, 2009

dengung itu

tidak lebih indah dari kepingan hancur
ketika sebuah alasan kasihan
menyembul begitu saja ke permukaan

aku merinding.

Tuesday, February 10, 2009

Ruang Tunggu

Entah seberapa indahnya ruangan ini, tetap sesak.
Lamunan orang2 sakit menyekutukan aku pada sakitku.
Harapan mereka dapat sembuh ketika suster memanggil nama.
Lain aku, lain hatiku.
Tidak ada nilai kembali normal, hanya wajar.

Deringnya

Indah melas daun benalu, tak hina dan tak susah.
Katakan kalimat yang hampa, diberinya bahagia.
Aku berlindung dalam buaian kulit lembut dan berpijak pada akarnya.
Terlelap hingga dering pun datang kembali, ku menangis dalam kesendirian.
Tak punya pegangan, takut jatuh ke tanah lalu menjadi indung benalu.
Dering pun semakin keras, dari sebuah nada menjadi lagu, lagu cinta yang kelam.

Mereka disini, aku sudah tau mereka ada disini.

Jerit Jelantah

Aaaaaaaaaaaaaaaaaa.....
Hanyalah bekas,
seperti ban bekas,
dibuang.
Pikir lebih dalam,
apakah pantas dibuang